Monday, December 3, 2018


KATA PENGANTAR
           
              Alhamdulillahi Robbil ‘Alami, Segala puji bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Atas segala karunia nikmatNya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “HASIL BUDAYA DI INDONESIA” disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Budaya Dasar yang dibimbing oleh Ibu Nurul Khotimah.
                Tulisan ini berisi tentang Pengertian dan Macam-Macam Hasil Kebudayaan. Dalam penyusunannya melibatkan berbagai pihak. Oleh sebab itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala kontribusinya dalam membantu penyusunan tulisan ini.
                 Meski telah disusun secara maksimal, namun penulis sebagai manusia biasa menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Karenanya penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian.
                 Besar harapan saya makalah ini dapat menjadi sarana membantu masyarakat dalam memahami tentang Hasil Budaya di Indonesia.
                 Demikian apa yang bisa saya sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari karya ini.



Bekasi, 22 November 2018
Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................... i
Daftar  Isi................................................................................................................. ii
BAB I : Pendahuluan............................................................................................ 1
A.    Latar Belakang ................................................................................................. 1
B.     Tujuan Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.     Rumusan Masalah ......................................................................................... .. 1
BAB II : Pembahasan
A.    Pengertian Manusia dan Kebudayaan............................................................... 2
B.     Hasil Kebudayaan............................................................................................. 3
a)      Jakarta.......................................................................................................... 3
b)     Sumatera Barat............................................................................................. 6
c)      Jawa Barat ................................................................................................. 13
d)     Jawa Tengah............................................................................................... 21
e)      Bali ............................................................................................................ 24
BAB III : PENUTUP
A.    Saran .............................................................................................................. 33
B.     Kesimpulan .................................................................................................... 33

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
            Indonesia adalah negara yang memiliki banyak pulau yang di kelilingin oleh lautan dan setiap daerah memiliki kesenian dan kebudayaan yang berbeda-beda pula. Ibukota Indonesia adalah Jakarta. Rata-rata penduduk Jakarta adalah orang-orang yang besaral dari Jakarta atau suku betawi. Namun saat ini sudah banyak masyarakat luar Jakarta yang tinggal di kota Jakarta karena Jakata merupakan kota metropolitan dan kota perantauan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan bahnkan ingin mengubah nasip di perantauan.
Walaupun dikenal sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di dalamnya khususnya mereka yang asli berasal dari kota Jakarta atau suku betawi. Jakarta memang sebagai ibukota dari Negara Indonesia namun Jakarta tidak akan pernah lepas dari kesenian dan kebudayaan yang ada dan menyangkut di dalamnya. Saya akan mencoba untuk membuat artikel dan menjelaskan beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia
B.     Rumusan Masalah
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2.      Untuk mengetahui mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan beretika
3.      Untuk mengetahui hasil budaya yang ada di Indonesia.
C.     Tujuan Rumusan Masalah
1.      Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang berbudaya dan Beretika?
2.      Apakan pengertian manusia, budaya , etika menurut para Ahli?
3.      Sebutkan hasil budaya di Indonesia !

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manusia dan Kebudayaan

Di antara makhluk ciptaan Tuhan yang lain manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia menciptkan kebudayaan yang berbeda-beda disetiap kalangannya, dan melestarikannya secara turun temurun. Manusia disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia mempunyai akal budi yang diberikan oleh Tuhan agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, juga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi pemimpin di muka bumi ini.

        Selain itu juga manusia juga disebut sebagai “makhluk sosial” yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di dunia ini.

      Semua orang memiliki kebudayaannya masing-masing dan berbeda-beda.
Sopan santun adalah bagian dari ilmu budaya dasar yang umum dilakukan oleh semua orang didalam kehidupan.Ilmu budaya dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan yang memiliki nilai-nilai yang bersifat positif dalam kehidupan bermasyarakat.


B.     Hasil Budaya di Indoensia

Kesenian dan Kebudayaan Jakarta (Betawi)
            Jakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang beragam, dan berikut beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta :
Rumah Adat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIopfthc50uMAxpDDHm8ekSk-9EBkp-vjgXQo3AaQF1WStjnciwzDqA_VHfxhSDBxr1Cysg4VDtWdBW61FVE3UmIsYLCsrp2VxQUDnspLIko6UMzU9cALeTwTOwiWF1hrFuyiinZ8l3bow/s200/rumah-betawi-asli-300x225.jpgRumah adat asal Jakarta ini bernama rumah kebaya. Bentuk atap rumah yaitu perisai landai yang diteruskan dengan atap pelana yang lebih landai, terutama pada bagian teras. Bangunannya ada yang berbentuk rumah panggung dan ada pula yang menapak di atas tanah dengan lantai yang ditinggikan. Terdapat halaman rumah yang luas dan terdapat pagar paling luar dari rumah tersebut. Bentuknya sederhana dan terbuat dari kayu dengan ukiran khas betawi dengan bentuk rumah kotak ( dibangun diatas tanah berbetuk kotak). Rumah ini terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi, dapur dan teras extra luas.
Pakaian Adat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixuonwskV0OB4Hhi0D4NVhvE9WKxpinIZtzZUvNLti2tU-iIaOVb_UXcNDQ6hL4EJAjY55VE5KWq3X8AONdfhJI1QV2AGf4_n0lx_ZSP1238eBWp0ZRDg3CXev5v46de0wPAUMp_jih88D/s320/cats.jpgPakaian adat Jakarta di bagi menjadi pakaian adat untuk wanita dan laiki-lali. Untuk laki-laki biasanya menggunakan baju koko, celana batik, kain pelekat atau pun sarung yang di taruh di leher serta peci yang digunakan, sedangkan wanita mengunakan baju kurung lengan pendek atau pun kebaya, dengan menggunakan kain sarung batik dan menggunakan kerudung. Untuk pakaina saat pernikahan pakaian laki-laki di buat Dandanan cara haji. Pakaian pengantin laki-laki ini meliputi jubah dan tutup kepala, sedang kan bagi perempuan dibuat dandanan ala nona Cina dengan blus berwarna cerah.Bawahannya menggunakan rok atau disebut Kun yang berwarna gelap dengan model duyung. Warna yang sering digunakan hitam atau merah hati. Sebagai pelengkap bagian kepala digunakan kembang goyang dengan motif burung hong dengan sanggul palsu, dilengkapi dengan cadar di bagian wajah
Seni Tari
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgaAMXMM9XlQkuaxiIM2buIli-3mfqphVPv488rzeYC_L5clhdF6BW4R4nb3vZiudBoSjoONjZ2az98htQFnug0L2brjbm2ut-ynGYWIviahIFzj0c0F-a5hsfzPHT5Mv41Txz2VjHUZCP/s200/tari-topeng-betawi.jpgBetawi atau Jakarta memiliki kesenian tari yang ada di daerah tersebut, diantaranya :
Tari Topeng. Tari ini sudah cukup lama di kenal sebagai tari tradisional asal betawi. Seni tari ini biasanya di gelar saat ada pernikahan, acara sunatan dan membayar nazar. Dalam Topeng Betawi, para penari memakai topeng dan bercerita lewat seni gerak. Kini tari Topeng Betawi sudah banyak dikreasikan, sehingga Tarian Betawi pun semakin beragam.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE3Kht66vy6VBXJU6F9SwGjhWzcSFlH0b78XiBEIpbKKi-oW2DIUkYrgwN7p5b15KgXNaPThNH5XKolvGGLCToOqIEehGWdFYuhcSjH6hzP9yk9WFxUe8Jv3K_2nhtURLfxz3dYkq-SSlq/s200/images.jpgTari Cokek Betawi. Tarian betawi yang satu ini dibawa oleh para cukong atau tuan tanah peranakan tionghoa yang kaya rayaTarian cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong. Pakaian tari Cokek Betawi agak mirip dengan tarian-tarian di Cina. Ciri khasnya dari tari ini yaitu goyang pinggul yang geal-geol.
Musik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmsUotpCNEhjygZIxXM9G3LWGKEGKhZzDjhjfHdB_IX3iclC4BDWZo_MAa2V9uQ1bIUK9KLmvLfkeRxK4TgNqLmmJdFhpm1vMYKGQu5CPi8xVp9AwaS4jdNShzR2v_4VvN3nwdouB3gBtz/s320/ed635615490cde83aad4e600a2fbaab0.JPGAda beberpaka musik khas Jakarta diantaranya :
Gambang Kromong. Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan gong. Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiuCNusAVbKOhWC2IoDex0gFIv9wunR3B2xLG7EexVFcjH9YPD-0BjOP3cnif8_GlIl6Vwzai_t5gOGKSX_FEHNUd3JpMCE9X_Sf_wHQd-LmW_zor2yRLTDG8bt2WLiu-QxjhaPt0yI_PD/s200/tanjidor1.jpgTanjidor. Tanjidor adalah sebuah kesenian Betawi yang berbentuk orkes. Kesenian ini sudah dimulai sejak abad ke-19. Alat-alat musik yang digunakan biasanya terdiri dari penggabungan alat-alat musik yang di tiup dengan, alat-alat musik gesek dan alat-alat musik perkusi. Biasanya kesenian ini digunakan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah.
Bela diri
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRQ3jOPAaPQ1GbMZqE6FijpESFICio3oZaslM5ikV6NSO5BGh_DjChFtSH0JhQxH0kFBf1KrpJI41OomOFARo-oi0y2dltn2g7Gc-MQsHxc1kqBdc2eNYIZbk-xtB2trekyxJbjLAK_6cA/s200/1252452510.jpgBetawi atau Jakarta memiliki jenis bela diri tersendiri yang bernama Pencak Silat. Bela diri ini dimainkan oleh 2 orang yang memainkan dengan menggunakan pakaian khas betawai yaitu menggunakan baju koko, ikat pinggang khas betawi serta menggunakan peci. Biasanya bela diri ini dgunakan sebagai perlengkapan pada acara pernikahan atau pentas lainnya.
Kesenian
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-rgDcPzS0qh5zr6VMVCA6qBYl8h1Opu_c5-gcACbhMoAroAn_z2LIlSRhkrJBDFVkLqR9MG7c6dXWJO2enlzWjWnOVmY0P0xU_tHXBufTXxl7ZdSJ8aCIMd6DQfEjVIe4vVD5Jnj_xrx9/s1600/images2.jpgBerikut kesenian lain yang ada di betawi atau Jakarta :
Ondel-Ondel. Ondel-ondel adalah sebuah kesenian betawi berupa boneka yang tingginya mencapai sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu agar dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya. Boneka tersebut dipakai dan dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau dengan kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKYKL7AzWfg_5agMN27HPc3fzum7Sfmr4ak4I386BAV1ckRFwoVjBJar88Y81eDPWtKCQgYoJUxFw4w3vLnffjABGU9MOsfLC1y3TPiYWXNm8aVj5DEIBHV021BN-FhY2hsIN6CoSLifB/s200/b956fc5aa927dc54cf98c61b01a60674.jpgLenong. Lenong adalah sebuah pertunjukkan drama dengan alumna musik gambng kromong dan di tambah unsur lawakan dengan banyolan-banyolan tanpa adanya plot cerita


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, dimana dari puluhan ribu pulau yang ada di Indonesia terdapat 5 pulau utama yaitu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Dari kelima pulau ini, Sumatera merupakan salah satu yang terbesar dan terbagi menjadi beberapa provinsi. Dan salah satunya yaitu Sumatera Barat. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki ibu kota Padang.
Sesuai dengan namanya, wilayah Sumatera Barat ini berada di sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah serta sejumlah pulau yang berada di pelas pantainya, seperti kepulauan Mentawai. Luas provinsi Sumatera Barat sendiri sekitar 42.297,3 km persegi. Provinsi Sumatera Barat juga berbatasan langsung dengan empat provinsi di Sumatera yaitu Riau, Jambi, Sumatera Utara serta Bengkulu.
Untuk jumlah penduduknya sendiri yaitu 4.846.909 jiwa yang mayoritas merupakan etnis Minangkabau dan seluruhnya beragama Islam. Meskipun demikian, kebudayaan Sumatera Barat tentu sangat beragam, mengingat wilayah provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota besar yang masing-masing memiliki ciri serta kebudayaan tersendiri. Ingin tahu lebih lengkap tentang kebudayaan Sumatera Barat? Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda dari Perpustakaan.
Macam Macam Budaya Sumatera Barat:

Rumah Adat Sumatera Barat
  • Rumah Adat Sumatera BaratRumah Gadang
Jika Anda datang ke Sumatera Barat mungkin salah satu pemandangan yang akan langsung menyambut Anda adalah keindahan rumah adatnya. Dimana salah satu kebudayaan Sumatera Barat ini selain menawarkan keindahan yang luar biasa namun juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti bentuk atap yang mencuat ke atas dengan makna menjurus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tonjolan pada rumah adat Rumah Gadang ini diberi nama gojong yang jumlahnya sekitar 4-7 buah per rumah.
Pada rumah Gadang Anda juga akan menjumpai 2-3 lumbung padi seperi Si Bayo-bayo yang artinya adalah persediaan padi untuk keluarga rantau, Si Tinjau Lauik yaitu yang padinya dberikan untuk orang tidak mampu serta Si Tangguang Litak yang padinya dikhususnya untuk pemilik rumah.






Pakaian Adat Sumatera Barat
  • Pakaian Adat Sumatera BaratBusana tradisional wanita Minang
    – Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang
    – Baju Batabue (Baju Bertabur)
    – Minsie
    – Tingkuluak (Tengkuluk)
    – Lambak atau Sarung
    – Salempang
    – Dukuah (Kalung)
    – Galang (Gelang)
    – Palaminan
  • Busana tradisional pria Minang
    – Pakaian Penghulu
    – Destar
    – Baju
    – Sarawa
    – Sasampiang (Sesamping)
    – Cawek (Ikat Pinggang)
    – Sandang
    – Keris
    – Tungkek (Tongkat)
Sebagai salah satu ciri paling menonjol dari setiap warga daerah adalah pakaian adatnya. Nah untuk Sumbar sendiri pakaian adat yang digunakan memiliki tutup kepala yang disebut dengan nama Saluak. Untuk model pakaiannya sendiri memiliki lengan pendek dengan ujung yang melebar. Kemudian selembar kain pun akan digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Sumatera Barat ini. Dengan kain yang digunakan menyelempang di bahu dan sebilah keris yang terselip di depan perut salah satu bentuk kebudayaan Sumatera Barat ini nampak begitu sempurna. Untuk pria biasanya juga akan mengenakan celana panjang dan kain songket yang melingkar tepat di tengah badan dan hanya sebatas lutut saja.







Tarian Sumatera Barat
  1. Tari Alang Babega.
  2. Indang.
  3. Tarian Sumatera BaratLilin.
  4. Pasambahan Minang.
  5. Piring.
  6. Payung.
  7. Rantak.
  8. Ambek-ambek Koto Anau.
  9. Randai.
  10. Sabalah.
  11. Barabah.
  12. Gelombang.
  13. Kain Paisia Selatan.
  14. Indang Badindin.
  15. Kiek Gadih Minang.
Tarian merupakan salah satu bentuk kesenian daerah yang tak hanya menampilkan kreatifitas masyarakat sekitar namun juga menyampaikan makna yang tersemat dalam tarian tersebut. Ya, setiap kebudayaan Sumatera Barat dalam bentuk tarian adat masing-masing memiliki makna tersendiri. Seperti tari piring yang melambangkan suasana gotong royong di masyarakat. Yaitu gambaran ketika siang mengerjakan pekerjaan sawah dan malam harinya bersukaria bersama.
Kemudian ada juga tari payung yang menggambarkan perlindungan seorang pria kepada wanita. Dimana makna ini dapat disampaikan dari gerakan tari payung yaitu payung yang dipegang oleh penari pria diarahkan untuk selalu melindungi kepala penari wanita.

Sejata Tradisional Sumatera BaratSenjata tradisional
  • Kerambit.
  • Karih.
  • Kalewang.
  • Ruduih.
  • Piarik.
Pada zaman dahulu, senjata merupakan satu benda yang wajib di bawa kemanapun Anda pergi. Bagaimana tidak, dengan ancaman bahaya dimana-mana tentu Anda membutuhkan perlindungan diri menggunakan senjata tradisional ini. Di Sumbar sendiri senjata tradisional yang dimilii adalah Keris dan Kerambit atau Kurambiak. Umumnya, keris digunakan oleh kaum pria dan diletakkan pada bagian depan tubuh. Sedangkan untuk Karimbit merupakan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk senjata kecil. Dengan modelnya yang melengkung seperti kuku harimau, senjata tradisional ini sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan hanya dalam sekali sambit. Dan umumnya, Karimbit ini digunakan oleh para perilat, terutama para pesilat yang sedang melakukan pertarungan dekat dengan menggunakan jurus harimau.
Suku di Sumatera Barat
·         Suku Minangkabau.
·         Sakai
·         Talang Mamak
·         Kerinci
·         Kubu
  • Suku Melayu.
  • Suku Mentawai.
  • Suku Bonai.
Ya, keberagaman suku adalah budaya Sumatera Barat terbesar yang tak akan ternilai harganya. Dengan banyaknya suku yang ada di Indonesia khususnya Sumbar, beragam kebudayaan lain tercipta dengan sendirinya. Nah beberapa nama suku yang terdapat di Sumbar antara lain adalah Minangkabau (Jambak, Piliang, Caniago, Guci, Tanjung, Sikumbang, Pisang, Panyalai da Koto) dan Menatawai.
Bahasa Daerah Sumatera Barat
  • Bahasa Minangkabau / Baso Minang.
  • Bahasa Mentawai.
  • Bahasa Melayu.
Dari banyaknya suku yang terdapat di Sumatra Barat, tentu dibutuhkan suatu media untuk menyatukan beberapa suku tersebut. salah satunya yaitu dengan menggunakan bahasa daerah. Dimana bahasa daerah bukan sekedar kebudayaan Sumatera Barat yang digunakan sebagai sarana komunikasi namun juga sebagai pemersatu bangsa. Nah di provinsi ini, bahasa daerah yang digunakan antara lain adalah bahasa Minangkabau, bahasa Melayu dan lain-lain.

Lagu Daerah Sumatera Barat
  1. Ayam Den Lapeh.
  2. Kampuang Nan Jauh Di Mato.
  3. Bareh Solok.
  4. Kambanglah Bungo.
  5. Kaparak Tingga.
  6. Malam Bainai.
  7. Rang Talu.
  8. Dayuang Palinggam.
  9. Anak Dara.
  10. Tari Payuang.
  11. Mak Inang.
  12. Paku Gelang.
  13. Cubo Ranungkan.
  14. Denai Sansai.
  15. Jikok Bapisah.
Sebagai pelengkap budaya Sumatera Barat, lagi daerah dari provinsi ini pun ikut turun serta. Ya, berbagai lagu daerah asal Sumatera Barat bisa Anda dengarkan dan mainkan, seperti Kampung nan Jauh di Mato, Dayuang Palinggam, Ayam Den Lapeh dan lain-lain. Yang perlu Anda ketahui, beberapa lagu daerah ini bukan hanya menampilkan keindahan seninya saja namun juga memiliki makna yang cukup dalam dan perlu diresapi.

Alat Musik Sumatera BaratAlat Musik Tradisional Sumatera Barat
  • Alat Musik Talempong.Bansi.
  • Gendang Tabuik.
  • Serunai.
  • Pupuik Tanduak.
  • Rabab.
  • Tambua.
  • Pupuik Batang Padi.
Untuk melengkapi keindahan lagu daerah Sumatera Barat, tentu dibutuhkan alat musik yang akan membuatnya terdengar lebih sempurna. Nah di Sumatra Barat sendiri musik tradisional yang digunakan antara lain adalah rabab, serunai, bansi, saluang, talempong, pupuik dan gadang tabuik. Beberapa musik tradisional tersebut bahkan tak hanya dapat digunakan untuk mengiringi lagu daerah namun juga beragam jenis lagi, sebab musik terdisional ini dapat dimainkan bersama dengan jenis musik lainnya.




Makanan Khas Sumatera Barat
  • Makanan Sumatera BaratRendang.
  • Randang Lokan.
  • Dendeng Balado.
  • Dendeng Batokok.
  • Gulai banak.
  • Gulai kambiang.
  • Gulai manih.
  • Gulai pucuak ubi.
  • Gulai asin padeh.
  • Gulai Tunjang.
  • Gulai paku.
  • Gulai toco.
  • Gulai itiak.
  • Pangek masin.
  • Pangek padeh.
  • Kalio dagiang.
  • Ikan baka.
  • Soto padang.






Hasil Budaya Jawa Barat

1. Rumah Adat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy3yPATrP4CWTh177SBHe7jA5azZOaUbR5koGCiygvm3oxYfy_mV90438Cozf1abla24ipWpmKHU4SmZTgAICrtNg2MaqTps_9GRsHjG92lCO_AapmJ3Bo3rwPP7DAuHdoapLY_Xh2v3c/s320/Rumah-Kesepuhan.jpgRumah Adat Jawa Barat disebut sebagai Rumah Kasepuhan. Rumah adat Kasepuhan disebut juga dengna Keraton Kasepuhan. Didirikan oleh Pangeran Cakrabuana sekitar tahun 1529. Beliau merupakan putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjajaran. Jika kita melihat Keraton Kesepuhan di Cirebon merupakan gambaran dari Rumah Adat Jawa Barat. Rumah Adat Kesepuhan mempunyai gambaran yang sama dengan Keraton Kesepuhan Cirebon. Sehingga dapat mewakili Keraton Kasepuhan sebagai Rumah Adat di Jawa Barat.Dibawah ini adalah bagian-bagian yang terdapat dalam Rumah Adat Kasepuhan
Pintu Gerbang Utama
Terdapat dua pintu gerbang yang pertama terletak di sebelah utara, sedangkan yang kedua berada di selatan kompleks. Gerbang utara disebut Kreteg Pangrawit  berupa jembatan, sedangkan di sebelah selatan disebut LawangSanga (pintu sembilan).
Bangunan Pancaratna
Terletak disebelah kiri depan arah Barat dan berfungsi sebagai tempat seba atau tempat yang menghadap para pembesar desa atau kampung yang diterima oleh Demang atau Wedana.
Bangunan Pangrawit
Bangunan ini terletak di kiri depan kompleks dengan posisi menghadap arah Utara. Nama Pancaniti berasal dari dua kata yaitu panca berarti jalan, dan niti yang berarti mata atau raja atau atasan. Fungsinya sebagai tempat perwira melatih prajurit, tempat istirahat, dan juga sebagai tempat pengadilan. Dimana biasanya pada masa sekarang jika diterapkan pada Rumah Adat Jawa Barat, tempat berkumpulnya keluarga untuk berdiskusi dan bersantai atau sebagai ruang keluarga.

2. Seni Tradisional
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqQCUZYysumvvkayZo3OM3MDpVV_S6K8lUqGvmPoLJgMDvGdSQ1dJWK2w34NLbx4iGEhMM7lQ4_NgTTBAhO28cOJsjMVlPMUjFvV2fDmc8b8RquB-qs_TBT6yM6U6kDU74jTsxEUw_InA/s640/Angklung-Lessons_Musicon.png
Angklung
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional.
Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasanya dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu,Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebagai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukupsulit untuk ditiru dan dipelajari.

Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.

Kuda renggong 
Kuda Renggong atau Kuda Depok ialah salah satu jenis kesenian helaran yang terdapat di Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Karawang. Cara penyajiannya yaitu, seekor kuda atau lebih di hias warna-warni, budak sunat dinaikkan ke atas punggung kuda tersebut, Budak sunat tersebut dihias seperti seorang Raja atau Satria, bisa pula meniru pakaian para Dalem Baheula, memakai Bendo, takwa dan pakai kain serta selop.

Kecapi suling
Kacapi Suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda, yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda. Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3_ejXqGj-Oe4oeg1f4knhFoipj8jRP2VYU6BcPhryRL3AgWfKHWsSNwnOpa78KYT9TokjfRYLjE8MFmPHz-w2aWloHLv8GqOdf7aFFKywvn5kC2SjdcE9_taAY0rIqopqeITmQQrY1uA/s320/L_2995.jpgTari jaipong
Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaituDegung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

Tari Ketuk tilu
Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.

Tari merak
Tari merak merupakan tarian tradisi suku sunda yang menggambarkan burung-burung merak yang sedang menari dengan gembira , tarian ini dibawakan oleh penari wanita-wanita sunda . dan biasanya tarian merak ini dibawakan untuk acara perkawinan ataupun menyambut tamu yang datang berkunjung ke tanah sunda .

Tari topeng
Tari topeng ini adalah tarian suku sunda yang dibawakan oleh sekelompok orang penari pria atau wanita, yang menggunakan topeng khas suku sunda , dan biasanya tarian ini untuk menyambut tamu-tamu yang ingin berkunjung datang , dan sebagai pementasan pada saat acara-acara tertentu .Seperti perkawinan,khitanan,dan sebagainya.
Kuda Lumping
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1NbT4HpTYYiJofu3WgTX66oHLOVgaTVSb3-O2It21cF9B7geSxHXWyNRrpPOyJ25OZp1oBsBwI5KhCQuLcXPyOHDYUTDuO0z_I1pD5KjESfkigG_Nc6c3JFUjzzVIdGEnmFCRWYYNVGY/s320/Mengenal-Lebih-Dalam-Seni-Kuda-Lumping.jpgKuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang. Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.

Wayang golek 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieB7ufeVbjqCJ1-fowPsF0m-NEJSA3xzNc1N5SVax_fxHHrL5g4gFqxVtfQKYAIy_KI4n4I8K-DKJxR0VveU6NVDM6URSGGGhvjVhZeVtR17B85RZbRXBMxp-v05DJvbAVj8gcD0YF_IY/s320/8851482.jpgWayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat, yaitu pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap denganSinden nya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 – 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, sepertiRamayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala danCepot.
3. Senjata Tradisional
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU_rlRBIBOcuf_cog9J54SK0i2pdImcw1QhZEX-n5qoTZGyrJpr5hdIugkRbR7eur9opbF9Pcp90mnAx2tEH5kkiOiqmE9S7Tc1QQDR7vRb3bozezuPVkP8ATcMiYO0nj8TApkUOax8do/s200/kujang.jpgKujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram. Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata. Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda. Senjata ini juga identik dengan kepunyaan Prabu Siliwangi, dan tidak heran jika bagian dari kujang terdapat macan yang menjadi simbol dari Prabu Siliwangi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmhfL-Ty36rNRa6f71qCoiAsUNNIPmpcFltNZ9hMiFq0gB2h2CfYc_VDVDmrY6BeshUGQAp3gquLCYZmMO1gOajmq7P0li0Yx5es_8kyS_S0mJFkYPOS6efojL3G_XAnorWuHlmmOvybU/s200/baju-pengantin-adat-Jawa-Barat.jpg4. Pakaian Adat
Pakaian khas suku sunda yang sering kita kenal yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasional. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional. Pakaian adat kebaya juga dimiliki oleh Jawa Tengah dan biasanya menggunakan Kain sehingga Pakaian adatnya disebut kain kebaya. Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni. Pakaian adat jawa barat di bagi menjadi beberapa golongan, seperti pakaian rakyat biasa, pakaian golongan menengah, dan pakaian adat bangsawan yang hanya dikenakan oleh kaum bangsawan. 

5. Suku          

Suku di Jawa Barat terbagi dalam tiga suku yaitu :
- Suku Sunda
- Suku Badui
- Orang Cirebon


Suku Sunda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiFo6VABTePJOT0jVcuc1U5ka1IWrX0_PkuT4tHf0FLvPh0G7POjyNGxIRw13QeAjkigQrN8pjC3q8KxGicl2CYbkvtxeq5Cgbnn40jda-3D-Qz1pyH1bTt2nXuCtCobPXBCoZPN36_mY/s1600/300px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Soendanese_theepluksters_TMnr_10011963.jpgSukuSunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,2% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Jika Suku Banten dikategorikan sebagai sub suku Sunda maka 17,8% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama Islam, akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama Kristen, Hindu, dan Sunda Wiwitan (Jati Sunda). Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat suku Baduy di Lebak Banten yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda.

Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, dan riang. Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang sunda juga adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI. Disamping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional

Suku Badui
Suku Badui mempunyai kedekatan atau hubungan kekerabatan dengan Suku Sunda. Sebab wilayah Banten dahulu merupakan bagian dari Jawa Barat. Walaupun Suku Badui berasal dari Lebak Banten, namun pada kenyataannya mereka juga menempati wilayah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat seperti di daerah sekitar Sukabumi dan Pelabuhan Ratu. Mereka disebut sebagai orang Badui Luar. Karena mereka masih mau berinteraksi dengan dunia luar. 

Orang Cirebonan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjveBLBfyWQFtLKdzO3SoNfvSI0yQ4rePoJDSbM3RtvoNxOxAOMoeaxXqmzSde9cH42UlUGxuoxqHOpKCLNEHx-QlKTHOxxgy0I7Og7NIWQDEdAM_w3I88ZO65sdzufxVE-gLFZASAOg7I/s320/SUKU+CIREBON1.jpg

Orang atau Etnis Cirebon atau Suku Bangsa Cirebon adalah kelompok etnis yang tersebar di sekitar Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka sebelah utara atau biasa disebut sebagai Wilayah "Pakaleran", Kabupaten Kuningan sebelah utara, Kabupaten Subang sebelah utara mulai dari Blanakan, Pamanukan, hingga Pusakanagara dan sebagian Pesisir utara Kabupaten Karawang mulai dari Pesisir Pedes hingga Pesisir Cilamaya di Provinsi Jawa Barat dan di sekitar Kec. Losari di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Orang Cirebon biasa juga disebut Orang Pesisir, karena menempati wilayah pesisir Pantai Utara di Jawa Barat. Berjumlah sekitar 1,9 juta. Masyarakat Suku Cirebon memeluk agama Islam. Bahasa yang dituturkan oleh orang Cirebon adalah gabungan dari Bahasa Jawa, Sunda, Arab dan China yang mereka sebut sebagai Bahasa Cirebon. Mereka juga memiliki dialek Bahasa Sunda tersendiri yang disebut Bahasa Sunda Cirebon.

Selain itu terdapat Suku Jawa, dan Suku Padang, Arab serta China yang menempati wilayah Jawa Barat.

6. Bahasa

Hampir sama dengan penyebaran suku yang menempati sebagian besar wilayah Jawa Barat. Bahasa Daerah di Jawa Barat terbagi atas :

- Bahasa Sunda Asli
- Bahasa Badui
- Bahasa Cirebonan/ Sunda Kasar

Bahasa Sunda 
(Basa Sunda, dalam aksara Sunda Baku  adalah sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa ini dituturkan oleh setidaknya 42 juta orang dan merupakan bahasa Ibu dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Bahasa Sunda dituturkan di hampir seluruh provinsi Jawa Barat dan Banten, serta wilayah barat Jawa Tengah mulai dari Kali Brebes (Sungai Cipamali) di wilayah Kabupaten Brebes dan Kali Serayu (Sungai Ciserayu) di Kabupaten Cilacap, di sebagian kawasan Jakarta, serta di seluruh provinsi di Indonesia dan luar negeri yang menjadi daerah urbanisasi Suku Sunda. Dari segi linguistik, bersama bahasa Baduy, bahasa Sunda membentuk suatu rumpun bahasa Sunda yang dimasukkan ke dalam rumpun bahasa Melayu-Sumbawa.

Bahasa Baduy 
Bahasa Buduy adalah bahasa yang digunakan suku Baduy. Penuturnya tersebar di gunung Kendeng, Rangkasbitung, Lebak;Pandeglang; dan Sukabumi. Penuturnya berjumlah kira-kira 20 000 orang (2000). Dari segi linguistik, bahasa Baduy bukan dialek dari bahasa Sunda, tapi dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa Sunda, yang sendirinya merupakan kelompok dalam rumpun bahasa Melayu-Sumbawa di cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa Cirebonan
Bahasa Cirebon atau disebut oleh masyarakat setempat sebagai Basa Cerbon ialah bahasa yang dituturkan di pesisir utara Jawa Barat terutama mulai daerah Pedes hingga Cilamaya di Kabupaten Karawang, Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara, Pusaka Ratu, Compreng di Kabupaten Subang, Jatibarang di Kabupaten Indramayu, Ligung, Jatitujuh, Sumberjaya, Dawuan, Kasokandel, Kertajati, Palasah, Jatiwangi, Sukahaji dan Sindang di Kabupaten Majalengka sampai Cirebon dan Losari Timur di Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah. Pengembangan bahasa Cirebon dilakukan oleh Lembaga Basa lan Sastra Cirebon (LBSC) dan Lembaga Basa lan Sastra Dermayon (LBSD) untuk Bahasa Cirebon dialek Dermayu.

Selain itu juga terdapat Bahasa Jawa, Minangkabau, Melayu, dan Bahasa Pemersatu Indonesia.

7. Lagu Daerah
- Bajing Luncat 
- Bubuy bulan 
- Cing Cangkeling
- Es Lilin
- Manuk Dadali
- Neng Geulis
- Panon Hideung
- Pepeling
- Peuyeum Bandung
- Pileulieuyan
- Tokecang
- Warung Pojok 


Hasil Budaya Jawa Tengah
Sebagian besar penduduk Jawa Tengah merupakan suku Jawa. Kebudayaan Jawa Tengah ini dikenal sebagai pusat budaya dimana terdapat kota Yogyakarta dan Surakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih ada hingga kini. Untuk suku minoritasnya juga cukup signifikan, contohnya saja Tionghoa terutama yang berada di kawasan perkotaan yang pad aumumnya begerak dibidang jasa dan perdagangan.
Komunitas Tionghoa ini sudah berbaur dengan suku Jawa, sehingga banyak diantara mereka yang sudah mahir menggunakan bahasa Jawa dengan logat yang sangat kental. Tidak hanya itu saja, Anda juga akan menjumpai juga komunitas Arab Indonesia. Mirip dengan etnis Tionghoa, mereka juga bergerak di bidang jasa.

Bahasa:

  • Indonesia.
  • Jawa.
Walaupun bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, namun sebagian besar masih menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa keseharian mereka. Untuk kebudayaan Jawa Tengah dalam hal bahasa masih menggunakan bahasa Jawa Dialek Solo Jogja yang dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar. Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa akan tetapi secara umum terdiri dari dua bagian yakni kulonan dan timuran.
Untuk bahasa kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah tang terdiri dari Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal. Untuk dialek ini mempunyai pengucapan yang cukup berbeda dengan bahasa jawa Standar. Sementara untuk bahasa timuran dituturkan dibagian timur Jawa Tengah yang terdiri dari atas dialek Solo dan dialek Semarang. Sehingga diantara perbatasan kedua dialek tersebut dituturkan bahasa dengan campuran keduanya. Dan daerah yang mendapat percampuran kedua bahasa dialek tersebut yakni pada wilayah Pekalongan dan Kedu.

Agama:

  • Islam.
  • Kristen (Protestan dan Katolik).
  • Hindu.
  • Buddha.
  • Kong Hu Cu.
Persebaran kebudayaan Jawa Tengah dalam agama mayoritas memeluk agama islam dan mayoritas masih mempertahankan tradisi kejawen yang dikenal dengan abangan. Selain agama islam, penduduk Jawa Tengah juga menganut agama Protestan, Katolik, Kong Hu Chu, Budha dan beberapa aliran kepercayaan lain. Penduduk Jawa tengah dikenal dengan sikap toleransinya yang tinggi. Hal ini bisa dilihat pada daerah Muntilan, Kabupaten Magelang yang masih banyak dijumpai penganut agama katolik karena daerah tersebut menjadi pusat pengembangan agama katolik di Jawa.

Rumah adat Jawa Tengah:

  • Joglo atau Tikelan.
  • Tajug atau Tarub.
  • Limasan.
  • Kampung.
  • Panggang Pe.
Mempunyai nama rumah adat yang biasa disebut dengan Joglo, bahkan Joglo ini tidak hanya dipunyai oleh Jawa Tengah saja melainkan juga rumah adat Yogyakarta dan Jawa Timur. Mmepunyai tiga bagian utama di dalam rumah adat tersebut yaitu pendopo, pringgitan dan juga omah ndalem. Pendopo merupakan bagian utama yang digunakan untuk menerima tamu. Untuk bagian pringgitan digunakan sebagai tempat pertunjukan wayang, meskipun sekarang ini pertunjukan wayang tersebut tidak selalu di ruang pringgitan. Sedangkan bagian omah ndalem merupakan ruang untuk ruang keluarga.
Jawi Jangkep Pakaian Adat Jateng

Pakaian adat Jawa Tengah:

  • Jawi Jangkep.
  • Kebaya.
  • Kanigaran.
  • Batik.
  • Pangsi.
  • Surjan dan Beskap.
  • Basahan.
kebudayaan Jawa Tengah untuk pakaian adat laki-laki disebut dengan beskap. Sebagai pelengkap di bagian kepala baisnaya terdapat blangkon atau kuluk. Sementara untuk bagian bawahnya menggunakan jarik yang diikat dengan menggunakan stagen. Di bagian belakang juga akan diselipkan senjata tradisional yang bernama keris.
Untuk perempuannya menggunakan kebaya. Bagian bawah menggunakan jarik yang juga diikat dengan memakai stagen. Umumnya, rambut juga akan ditata dengan cara disanggul dan dihiasi dengan aksesoris. Beberapa peninggalan kebudayaan Jawa Tengah yang masih ada hingga kini.

Peninggalan Kebudayaan Jawa Tengah:

  • Kesenian wayang
    Pada bentuk aslinya yang muncul sebelum kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dan mulai berkembang di zaman Hindu Jawa. Pertunjukan wayang menjadi sisa-sisa acara keagamaan orang-orang Jawa yaitu sisa-sia kepercayaan animisnme dan dynamisme. Menurut kitab centini yang berisi tentang asal muasal wayang purwa disebutkan bahwa kesenian satu ini diciptakan oleh Raja jaya baya dari kerajaan menang atau Kediri.
    Kira-kira di abad ke 10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gembaran melalui roh leluhur dan diterapkan pada daun lontar. Bentuk gambar tersebut ditiru dari relief cerita Ramayana pada candi penataran Blitar. Cerita Ramayana ini sangat menarik perhatian mengingat Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia. Bahkan masyarakatnya menganggap sebagai titisan Batara Wisnu. Dna figure yang digambarkan oleh pertama kalinya yakni Batara Guru yang merupakan perwujudan dari Dewa Wisnu.
  • Keris
    Di kalangan masyarakat Jawa dilambangkan sebagai symbol kejantanan. Bahkan terkadang ada pula karena disebabkan oleh suatu hal apabila pengantin pria berhalangan hadir dalam acara temu pengantin maka dapat diwakilkan dengan sebilah keris.
    Keris ini merupakan kebudayaan Jawa Tengah yang menjadi lambing pusaka. Pada kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka Keraton merupakan kepercayaan terbesar dihari satu sura. Dikatakan bahwa keris ini menjadi tombak pusaka unggulan karena terbuat dari unsur basa, besi. Nikel bahkan dicampur dengan unsur batu meteoroid yang jatuh dari angkasa. Sehingga kekuatan spiritual dari sang maha pencipta pun dipercaya orang sebagai kekuatan magis yang dapat mempengaruhi pihak lawan sehingga merasa takutt kepada si pemakai senjata tersebut.
  • Ukiran Jepara
    Para pengukir jepara ternyata pAndai menyesuaikan diri dengan gaya ukiran baru. Tak hanya membuat gaya ukiran yang khas Jepara saja, bahkan ukiran lain tidak kalah menarik. Meskipun beragam, sebaiknya ketika membuat ukiran tidak melupakan khas khas Jepara yang biasanya disebut dengan ukiran Jepara. Banyak yang mengatakan bahwa kebudayaan Jawa Tengah ini mengambil bentuk dedaunan dan daun tersebut disebut dengan wuni. Dan wuni tersebut merupakan jenis rerumputan liar yang banyak tumbuh di Jepara.
  • Kirab Apem SewuK
    kebudayaan Jawa Tengah yang merupakan acara ritual syukuran oleh masyarakat kampong Sewu yang biasanya digelar pada acara bulan Haji. Ritual ini diadakan guna mengenalkan kampong sewu sebagai sentra produksi apem pada seluruh masyarakat yang sekaligus dijadikan untuk menghargai para pembuat apem. Tak hanya itu saja, ritual ini juga sebagai ungkapan syukur terhadap Tuhan karena desa dan tempat tinggal mereka jau dari bencana.
  • Tidhek Siten
    Menjadi bagian dari kebudayaan Jawa Tengah yang masih berjalan hingga sekarang. Upacara ini diadakan untuk para bayi yang baru pertama kali belajar berjalan. Upacara ini diadakan ketika bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dna berjalan ditanah. Dan secara keseluruhan upacara ini diselenggarakan supaya kelak nantinya dirinya dapat mandiri di masa depan.
Menjadi warga negara khususnya menjadi masyarakat Jawa Tengah tentu harus mengetahui sejarah, serta kebudayaan Jawa Tengah seperti di atas tadi supaya kebudayaan tersebut tetap dijalankan dan dilestarikan.
Hasil Kebudayaan Bali
kebudayaan baliKebudayaan dan kesenian yang ada pada Pulau Bali ini menjadikan Pulau Bali ini memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.Para wisata-wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali ini bukan hanya sekedar menikmati suasana wisata alamnya saja, tetapi kebanyakan dari wisata-wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut untuk menikmati kebudayaan bali.Apabila pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang kebudayaan dari suku lain, maka pada kali ini kita akan membahas tentang kebudayaan bali, dan berkenalan dengan rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, dan adat istiadat. Berikut lah ulasannya.





Rumah Adat Bali
kebudayaan baliSalah satu dari contoh rumah adat bali disebut dengan Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar ini adalah puntu masuk menuju istana raja yang merupakan rumah adat bali juga, Gapura Candi Bentar dibuat dari batu yang berwarna merah dan diukir oleh batu cadas.
Balai Benggong posisinya terletak di sisi kanan dan Balai Wantikan ini posisinya terletak pada sisi sebelah kiri. Apa sih Balai Benggo itu? Balai Benggo ialah tempat peristirahatan raja dan keluarganya, lalu dengan Balai Wantikan? Balai Wantikan ini ialah tempat pagelaran kesenian.Secara umumnya, rumah adat bali ini dipenuhi dengan hiasan pernak-pernik, ukiran-ukiran dengan warna yang alami kemudian patung-patung simbol ritual. Bangunan rumah adat bali ini terpisah-pisah sehingga bangunan rumah adat bali ini menjadi banyak bangunan-bangunan kecil dalam satu wilayahSemakin sini semakin sini seiring dengan perkembangan zaman mulailah ada perubahan-perubahan pada bangunan rumah adat bali tersebut, yang dulunya bangunan tersebut terpisah-pisah, dan bangunan yang saat ini tidak terdapat bangunan yang terpisah-pisah.
Pakaian Tradisional Bali
kebudayaan baliPakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang.
Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala.
Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang.

kebudayaan baliTarian Tradisional Bali

Selain dari pakaian adat, rumah adat, senjata tradisional, kebudayaan-kebudayaan bali, dan lain sebagainya, Pulau bali ini memiliki beberapa macam tarian-tarian tradisional yang sangat unik, biasanya tarian tradisional ini akan diselenggarakan ketika adanya suatu acara-acara besar.

kebudayaan bali1. Tari Panji Semirang

 Tarian tradisional ini namanya Tari Panji Semirang. Tari Panji Semirang ini dimainkan oleh wanita, Tari Panji Semirang ini ialah tarian yang melambangkan seorang putri raja yang bernama Galuh Cadrakirana, yang mana putri raja itu menyamar menjadi seorang laki-laki sesudah kehilangan suaminya.Didalam lambangnya ia mengganti namanya menjadi Raden Panji, maka dari itulah tarian tersebut disebut dengan Tari Panji Semirang

2. Tari Pendet

kebudayaan bali Tari tradisional bali ini diberi nama dengan sebutan Tari Pendet, yang mana Tari Pendet ini dimainkan untuk penyambutan kedatangan para tamu-tamu undangan dengan menaburkan bunga-bunga, Tari Pendet dimainkan oleh seorang wanita, dan penari-penari Tari Pendet ini memiliki senyuman yang sangat manis.

Awal mulanya tarian ini hanya digunakan ketika adanya acara-acara ibadah di pura sebagai bentuk penyambutan-penyambutan kepada dewa yang turun kedalam bumi.

kebudayaan bali3. Tari Kecak

Tari kecak, tari kecak ini adalah tarian yang sangat terpopuler di daerah Pulau Bali. Tarian ini dimainkan oleh puluhan anggota dari kalangan laki-laki, yang mana tarian ini dimainkan sambil duduk dan melingkar.Tari Kecak ini menceritakan tentang kisah cerita Ramayana ketika barisan seekor kera membantu Rama untuk melawan Rahwana.Lagu yang mengiringi tari kecak ini diambil dari ritual-ritual tarian sanghyang, yang mana sanghyang ini tradisi tarian dan penari-nya itu akan berada dibawah alam sadar (Tidak Sadar), melakukan hubungan komunikasi dengan tuhan atau dengan roh (Arwah) para leluhurnya, lalu menyampaikan harapan-harapan yang di inginkan-nya kepada masyarakat.


Senjata Tradisional Bali – Keris Bali

kebudayaan baliPada setiap masing-masing daerah pasti memiliki yang namanya dengan senjata tradisional, yang mana senjata tradisional itu ketika zaman dahulu dipergunakan dengan baik untuk berperang melawan musuh-musuh yang menyerang diri kita, berburu atau sebagai alat pelengkap ketika adanya kegiatan resmi.Menurut kisah cerita, keris bali ini merupakan salah satu peninggalan  dai kekuasan Kerajaan Majapahit. Konon katanya, keris ini kebudayaan Majapahit yang sangat kuat, sehingga alat pertempuran seperti keris ini diangkat oleh kerajaan-kerajaan di Pulau Bali atau bisa disebut dengan Pulau Dewata.
Menurut filosofi, keris bali ini dilihat sebagai simbol dari nilai ajaran-ajaran tentang kehidupan agama Hindu. Bahkan, mereka mempunyai hari-hari tertentu untuk beribadah ketika akan merawat kesucian keris pusaka yang dimiliki olehnya.
Keris ini dijadikan sebagai peralatan perang penduduk Bali, kegunaannya selain untuk melindungi diri, keris ini bisa mewakili seseorang didalam suatu undangan pernikahan/perkawinan.
Menurut dari kepercayaan-kepercayaan penduduk Bali, apabila keris pusaka ini direndam didalam air putih maka akan bisa menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan-gigitan binatang yang memiliki bisa.

Adat Istiadat Bali

kebudayaan bali Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku, budaya, agama, ras, dan berbagai adat istiadat dengan seperti itu penduduk setempat pasti memiliki perbedaan. Nah, hal seperti inilah yang menjadi keunikan budaya bangsa di tanah air ini, sehingga perbedaan-perbedaan ini menciptakan warna yang begitu indah dalam satu kesatuan bangsa.
Didaerah Bali terdapat beberapa kebiasaan yang unik pada masyarakat yang ada kaitannya dengan Agama Hindu dan adat istiadat yang terlahir pada dirinya masing-masing. Pulau Bali ini mempunyai banyak sekali warisan-warisan dari nenek moyang atau leluhur mereka, yang mana warisan-warisan budaya tersebut sampai saat ini maih tertanam dan melekat.
Selain dari warisan-warisan peninggalan dari nenek moyang mereka, masyarakat atau penduduk yang asli terlahir di Pulau Bali ini mempunyai suatu kebiasaan yang sangat unik sekali, yang mana kebiasan-kebiasaan unik tersebut hingga saat ini masih dipegang dengan teguh oleh penduduk-penduduk setempat.
Adanya budaya dan tradisi mempunyai ciri khas sendiri pada setiap masing-masig daerahnya, desa ataupun lingkungan kampung yang ada didaerah Bali. Mempunyai berbagai macam kebudayaan dan budaya tentunya sudah menjadi tugas para penduduk setempat untuk melestarikan dari budaya tersebut, dan tidak pernah tergeser dengan adanya budaya-budaya modern seperti saat ini.
Tentu saja semua ini sangat dipengaruhi oleh adat dan istiadarm keyakinan atau beragama yang sangat kental, dan kepercayaan pada mistis.

kebudayaan baliKebiasaan Masyarakat Bali

Masyarakat atau penduduk Bali pada umumnya memiliki sifat yang sangat ramah sekali, dengan memiliki pola hidup seperti Bhineka dan sangat sedikit sekali dengan aturan-aturan ataupun terlalu fanatik dengan suatu hal, mempunyai adat dan istiadat yang selalu dipegang teguh didalam kehidupan sehari-sehari mereka.Kegunaan dalam berpegang teguh adat dan istiadat didalam kehidupan sehari-hari ialah untuk menghindari dari segala masalah, atau untuk merasakan yang namanya hidup dengan kedamaian.Sebenernya masyarakat Bali ini memiliki berbagai macam kebiasaan yang sering digunakan pada kehidupannya masing-masing, mungkin para teman-teman semua yang pernah berkunjung ke Pulau Bali entah itu untuk liburan, atau ada study tour dari kampus atau sekolah, atau sedang ada pertemuan dengan keluarga pasti mengetahui tentang kebiasaan masyarakat bali dalam menjalani kehidupan.

kebudayaan baliBahasa Daerah Bali

Negara Indonesia ini terdiri dari berbagai macam daerah, dan pada setiap daerah tersebut memiliki budaya dan bahasa daerah masing-masing. Contoh misal daerah Bali, Bali adalah pulau yang memiliki kekayaan budaya dan nuansa alam yang sangat indah, selain itu Bali juga terdiri dari 3 bahasa, yakni bahasa kasar, halus, dan madya.Misal kita ambil kata “makan” untuk dijadikan salah satu contoh dari bahasa bali, kata makan apabila diartikan oleh basa bali adalah Ngajeng, Medar, dan Ngiunan. Ketiga bahasa tersebut dimulai dari bahasa yang kasar, halus, dan madya.

Dari ketiga bahasa Bali tersebut adalah aspek atay faktor penting yang membedakan antar satu kasta dengan kasta-kasta yang lainnya. Karena, bahasa bali yang alus biasanya digunakan oleh para kaum Brahmana, kemudian bahasa madya digunakan oleh para Ksatria dan Waisya, dan bahasa bali kasar pada umumnya digunakan oleh kaum-kaum sudra.

kebudayaan baliAgama di Bali

Penduduk yang memang asli kelahiran dari Bali dulunya merupakan penganut kepercayaan-kepercayaan yang mana dulunya mereka percaya kepada alam, tetapi sesudah melewati proses-proses adaptasi dari penduduk keterunan kerajaan Majapahit, umumnya masyarakat yang tinggal di Bali menganut kepada agama Hindu.

Tetapi pada zaman sekarang ini sudah banyak penduduk Bali yang menganut agama lain selain dari agama hindu. Kepercayaan agama Hindu di Bali ini ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan kepercayaan agama Hindu yang berasal dari kerajaan Majapahit, yang mana asal mulanya berasal dari Negara India, karena kebudayaan di Bali telah melewati proses-proses adaptasi atau penyesuaian dari dua macam penduduk tersebut.

Upacara Adat Bali

kebudayaan baliDi daerah Bali ini bukan hanya objek wisatanya menarik saja yang dapat kalian nikmari ketika sedang berliburan ke Pulau Bali bersama keluarga, teman, dan lain sebagainya. Namun, dibali juga memiliki budaya hidangan budaya masyarakat bisa kalian jadikan hal menarik untuk kalian nikmati, dan memiliki kesan yang indah, damai dan unik.

Misalkan seperti sedang menyaksikan sejumlah upacara adat di daerah Bali, masyarakat-masyarakat semuanya ikut berbaur dalam upacara adat tersebut semuanya mengenakan pakaian adat Bali, dan pakaian-pakaian adat bali lainnya yang digunakan tergantung pada upacara adat Bali tersebut.
Jadi apabila kalian sedang berwisata atau berlibur kedaerah Bali ini bukan hanya menikmati tempat-tempat yang menarik dan indah saja, tetapi banyak hal yang unik dan indah yang tidak akan membuat jenuh pada suasana.
Upacara adat di Bali ini memang ada kaitannya dengan kehidupan-kehidupan beragama pada masyarakat setempat. Berikut ini adalah salah satu upacara adat bali yang perlu kalian ketahui, yuk langsung saja kita simak pembahasan tentang upacara adat bali:
Baca juga tentang sejarah Kerajaan Pajajaran Prabu Siliwangi

kebudayaan baliUpacara Ngaben

 Upacara Ngaben ialah suatu upacara pembakaran mayat atau jenazah yang dilakukan oleh umat Hindu di daerah bali, upacara adat ini dilakukan untuk mensucikan roh-roh leluhur orang yang telah meninggal dunia dan menuju kepada tempat peristirahatannya dengan melaksanakan pembakaran zenazah.
Ngaben ini memiliki pengertian atau penjelasan lain dengan semua tujuannya mengarahkan mengenai adanya pelepasan terakhir kehidupan seseorang atau kehidupan manusia. Didalam ajaran agama Hindu Dewa Brahma memiliki beberapa macam ujud selain sebagai Dewa pencipta, Dewa Brahma dipercaya juga memiliki ujud sebagai Dewa Api.
Jadi upacara adat Ngaben ini ialah proses pensucian roh-roh dengan melakukan cara dibakan menggunakan api supaya dapat kembali kepada sang pencipta, api menurut dari orang-orang yang beragama hindu bali adalah penjelemaan dari Dewa Brahma yang dapat membakar semua kotoran-kotoran yang terdapat pada mayat dan roh orang yang telah meninggal dunia.
kebudayaan baliWisata di Bali
Sebuah pulau yang letaknya terletak di wilayah timur Pulau Jawa. Ya Bali namanya, Bali merupakan salah satu pulau yang sangat populer sekali dikalangan wisata-wistawan dalam maupun wisata-wisatawan asing. Pulau Bali ini selain terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Dewata ini juga terkenal dengan aneka ragam seni dan budaya yang mana budaya mereka ini dapat menarik perhatian banyak orang.
Pulau Bali ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai landasan atau tujuan tempat wisata yang sangat lengkap dengan berbagai macam wisata didalamnya, dan terpercaya mempunyai banyak sekali obyek wisata yang sangat menarik, penasaras? Berikut dibawah ini akan ada pembahasan tentang tempat wisata di Pulau Bali.

kebudayaan baliPantai Kuta Bali

Pantai Kuta ialah obyek wisata di Pulau Bali yang sangat amat populer dikalangan wisata-wisatawan dan juga obyek wisata pantai kuta ini paling banyak didatangi oleh wisatawan karena letak lokasi pantai tersebut dekat dengan kebaradaan bandara, nuansa pantainya yang indah, biaya yang cukup murah, dan ombak yang sangat cocok untuk peselancar pemula.

Selain dari itu, Pantai Kuta juga sangat populer dengan pemandangan matahari tenggelamnya yang sangat mana pemandangan matahari tenggelamnya itu sangat indah dan membuat daya tarik yang sangat tinggi sekali. Dahulu Pantai Kuta ini merupakan salah satu pelabuhan besar, dan pusat perdagangan di Pulau Bali
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya adalah Manusia yang diciptakan untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan. Manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan dan lingkungan sekitarnya. Manusia memiliki akal dan budi yang tidak dimiliki hewan,dan ini menjadi suatu faktor penting yang membuat manusia bersifat unik,keunikan inilah yang menciptakan suatu budaya yang membedakan manusia dengan hewan.Dan budaya ini telah hidup bersama manusia dari zaman ke zaman hingga saat ini sebagai suatu kebiasaan yang dapat berubah oleh faktor tertentu. Selain mampunyai sebagaimanaa makhluk hidup lainnya, manusia  juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok atau seorang individu.

Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas ada beberapa saran yang dapat diberikan menyangkut dengan topik Manusia Sebagai Makhluk yang Berbudaya, antara lain:Sebagai manusia yang diberikan akal dan kemampuan berpikir oleh Tuhan, seharusnya kita bisa memanfaatkan dan melestarikan budaya-budaya yang ada di negara kita.Sebagai negara yang paling kaya akan budayanya, kita harus menjaga budaya-budaya yang sudah ada di Indonesia, jangan sampai di klaim oleh negara lain

DAFTAR PUSTAKA
·         Joko Tri Prasetyo.Ilmu Budaya Dasar (MKDU) Jakarta.Rineka Cipta.2004 Rafael Raga Maran. Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar.Jakarta.Rineka2007
·         berbudaya.html http://citradewiriska.blogspot.com/2012/05/manusia
·         sebagai-makhluk-berbudaya.html p://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
·         http://ratrismart.blogspot.com/2010/04/pengertian-manusia.html
·         https://perpustakaan.id/kebudayaan-sumatera-barat/

No comments:

Post a Comment